Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label story by : alaudina kunnoichi

Winter Spring

Winter Spring Wina, Austria, Present Time Langit mendung mulai menyelimuti kota wina. Kegelapan perlahan menyelinap masuk disela-sela mendung. Mengundang hawa dingin untuk turut berpartisipasi. Tetes-tetes hujan akhirnya turun, membasahi bumi yang kering-kerontang. Menghidupkan kembali tanaman-tanaman mati yang mulai layu. Orang-orang mulai berlarian kesana kemari dan mencari tempat berteduh. Ini adalah hujan kedua di musim semi. Ku tatap butiran-butiran air yang meluncur bebas dari angkasa melalui jendela rumahku. Menelusuri lekukan-lekukan yang dibuat air hujan itu di kaca jendelaku. Membangkitkan sebuah memori masa lalu. Tanpa kusadari, hawa dingin perlahan mulai menyeruak ke penjuru ruangan. Membuat tubuhku gemetar kedinginan. Ku ambil secangkir coklat panas dengan asapnya yang masih mengepul-ngepul. Ku hirup perlahan aroma manisnya, dan ku minum perlahan. Ku mengambil sebuah roti dari mesin pemanggang, ketika kudengar sebuah suara “Beep”, pertanda roti yang kubakar di me...

Gaje Corner : “Pak Kumis 2 Foto Galau”

Gaje Corner : “Pak Kumis 2 Foto Galau” Sebelumnya kalian pasti bingung ketika kalian baca judul gaje gue ini. Kenapa kali ini tiba-tiba muncul tokoh baru yang namanya mirip dengan tokoh sebelumnya ? cuma yang beda hanya angka dibelakangnya aja. Kalau yang dulu tanpa ada embel-embel 2, eh sekarang tiba-tiba muncul angka dua yang datang tanpa diundang pulang tak diantar. *Lho ? emangnya jelangkung*. Okeh beibeh, gue akan menjelaskan siapa sebenarnya Pak Kumis 2 ini. Beliau adalah seorang guru matematika gue yang paling killer, dulunya. Tapi sekarang enggak. Suwer deh, dulu itu ya, pas jaman gue kelas 10, idih, ngeliat mukanya aja gue ogah, apalagi diajar ama dia. Tapi sekarang, sumpah gue jadi tergila-gila banget ama Pak Kumis 2. Sekarang beliau udah berubah kayak Power Ranger yang selalu berbuat baik kepada manusia dan memerangi monster yang bernama “kejahatan”. Dan nama samaran Pak Kumis 2 itu muncul gara-gara gue waktu itu lagi stuck karena nggak ada nama samaran yang bagus...

Sebuah Kehidupan di Kolong Jembatan

Sebuah Kehidupan Di Kolong Jembatan By : Huwaida Najla Alaudina  Apakah kalian tahu bahwa sesungguhnya dunia ini begitu kejam, dan apakah kalian tahu bahwa disektar kalian masih banyak sesorang yang kelaparan dan sakit-sakitan. Mungkin kalian masih berpikir, bahwa dunia itu kini sudah tidak ada. Dan ya, memang seharusnya dunia yang seperti itu memang tidak ada. Tapi tidak bagi segelintir orang yang hanya memikirkan harta dan kekayaan dan tidak peduli dengan orang-orang disekitar. Kurasa itu sungguh amat sangat kejam. Aku ingin kalian tahu bahwa aku memang hidup di dunia seperti itu. Aku bukanlah seseorang yang beruntung seperti kalian yang hanya bisa mengandalkan uang dari orangtua dan menghambur-hamburkannya. Kalian tahu, betapa mirisnya sebuah kehidupan yang harusku jalani, mungkin kalian akan menganggap bahwa sebuah dunia yang aku tinggali bersama keluargaku merupakan sebuah dunia yang tidak layak. Dan memang kenyataannya seperti itu, aku tinggal di sebuah kolong jemba...

Who Are You ???

Who are You ? This day I don’t know what should I do ? Or I just stay at my bed and thinking of you Why this kind of things should happen to me ? And I don’t know why it should become like this Every time, every days, and every nights My mind were look at you Or I am gonna be mad because of you           Oh I never been like this for a long time And I don’t know when you came into my life I change like I am not my self Are you a wizard, are you a magician, are you an illusionist Who came into my life and change myself into you Who are you really are ? 3x Oh god please tell me something about him That make me crazy all night Could I found, something about him right away ? Before he gone and disappear like a ghost Who are you really are ? 3x I am standing by here all night, to come and see you here with me Dancing around with all the music come But, I haven’t found you here I just found the darkness of the shadows light Who are you really are ...

The Dying World

The Dying World by : Huwaida Najla Alaudina I could see the smoke I could see the blood I could see the darkness I could feel the tears were falling down Many people were lying on the ground Without their breath, without their life Left their precious things alone I could hear the shot I could hear the boom And I could hear many people were shouting each other Is this the name of peace ? Is this the name of happiness ? Where you could see many people were dying around you Where you could see someone you love were lying on the ground Without their life, without their souls Do you remember how does peace like ? Do you remember about the love that we shared ? Can you even feel better when you killing each other, my brother ? The world is crying, the world is dying Because of us that can’t share our love each other When we bring destruction to our brother and sister When we were killing each other for the glory Can you stop this mad...

Winter Spring Chapter 1

Winter Spring by : Huwaida Najla Alaudina Hembusan angin bertiup cukup kencang di luar ruangan itu. Hingga mampu menggerakan cabang-cabang besar dari Pohon Mahoni. Sehingga membuat sebuah suara perpaduan yang khas antara gesekan ranting-ranting pohon dengan jendela kaca itu. Terlihat seorang gadis berambut coklat sebahu tengah menopang dagunya dengan sebelah tangannya. Matanya memandang lurus kedepan. Seolah melihat cuaca yang tengah mendung dan sedikit membawa suasana kelabu bagi lingkungannya. Dengan menenteng sebuah biola kesayangannya ia menghembuskan nafasnya di depan kaca jendela itu. Sehingga membentuk sebuah pola embun yang unik. Ia membiarkan jari telunjuknya meliuk-liuk sempurna diatas media kaca itu. Kemudian terbentuklah sebuah pola gambar sempurna yang berbentuk tetesan-tetesan air hujan. Sebuah tangan seputih porselen menyentuh bahu sang gadis yang baru saja menggambarkan tetesan-tetesan air hujan pada kaca jendela itu. Wanita berumur sekitar 35 tahunan ...