Winter Spring Wina, Austria, Present Time Langit mendung mulai menyelimuti kota wina. Kegelapan perlahan menyelinap masuk disela-sela mendung. Mengundang hawa dingin untuk turut berpartisipasi. Tetes-tetes hujan akhirnya turun, membasahi bumi yang kering-kerontang. Menghidupkan kembali tanaman-tanaman mati yang mulai layu. Orang-orang mulai berlarian kesana kemari dan mencari tempat berteduh. Ini adalah hujan kedua di musim semi. Ku tatap butiran-butiran air yang meluncur bebas dari angkasa melalui jendela rumahku. Menelusuri lekukan-lekukan yang dibuat air hujan itu di kaca jendelaku. Membangkitkan sebuah memori masa lalu. Tanpa kusadari, hawa dingin perlahan mulai menyeruak ke penjuru ruangan. Membuat tubuhku gemetar kedinginan. Ku ambil secangkir coklat panas dengan asapnya yang masih mengepul-ngepul. Ku hirup perlahan aroma manisnya, dan ku minum perlahan. Ku mengambil sebuah roti dari mesin pemanggang, ketika kudengar sebuah suara “Beep”, pertanda roti yang kubakar di me...
"Your life is like a plain paper. But, when you started to fill it with the art of pencil then your true journey of life will begin. In order to fulfill your dream, spread your plain paper and write down what you gonna do." =D