Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Puisi

Jeritan Masa Lalu

Jeritan Masa Lalu "Masa Lalu" ya, kedua kata itu adalah 2 kata yang selalu saja terngiang-ngiang di kepalaku. Setiap kali kau berdiam diri, setiap kali kau merenung, setiap kali kau beraktivitas, 2 kata itu selalu muncul bagaikan film rusak di dalam kepalaku. Mungkin, beberapa orang berusaha keras untuk "menghiraukannya" Mungkin, beberapa orang berusaha keras untuk "menghancurkannya" Mereka datang Mengetuk pintu Terduduk di atas sofa yang empuk Lalu pergi Tanpa permisi Mungkin begitulah adanya memoar "Masa Lalu" yang tercipta Mereka sama seperti "orang" yang mampir sejenak ke dalam rumah kita Lalu pergi Beberapa orang "menjerit" "Menangis" "Marah" "Frustasi" "Gila" Hingga "Psikiater" pun tak dapat "Menghilangkan" masa lalu mereka Ya, karena "mereka" adalah bagian dari diri kita. Sisi kembar kita yang tergerus oleh waktu Bagaima...

Teruntuk Kawanku

Teruntuk Kawanku Kawan, Apa kabar ? Ku harap, kehadiran ku tak akan membuatmu jenuh Tapi, ku bisa melihat bahwa kau sudah tidak melihat ku seperti dulu kau melihat ku Ada apa dengan tatapan itu ? Sebuah tatapan yang menusuk dan mengusir Apakah kau sudah tidak menginginkan kehadiranku ? Kawan, Ingatkah dirimu, sudah berapa tahun lamanya kita bersama ? Bahkan kesepuluh jari jemari tanganku sudah tidak dapat menghitungnya lagi Sudah berapa lamakah kita bersama Bahkan aku juga tidak ingat bagaimana kita bisa bertemu dan berteman seperti ini Aku juga tidak ingat kapan dan dimana kita bertemu Sampai kau sudah kuanggap seperti keluarga bagiku Tapi, apakah kau menganggapku demikian, kawanku ? Kawan, Sudah kesekian kalinya telinga ini mendengar berita-berita nyeleneh tentang kau dan aku Tapi, aku tak pernah peduli Karena aku tidak mau pertemanan kita rusak karena kabar burung itu Hingga pada suatu ketika Dengan kedua telingaku sendiri aku mendengar mulut dustamu mengi...