Langsung ke konten utama

Will You Remember


Will You Remember ?
By : Huwaida Najla Alaudina



Will you remember….
About the days we were together
To do something fun enough all days
When you were with me
I feel like to fly up to the sky
And I won’t again to falling down
So, please hold my hand until the end
            Will you remember
            The days we were together
            We played along the days
            Can you see with your eyes ?
            That I am here for you
            Always holding the gift that you gave to me
Will you remember
The days we were together
We sang a song and catch a butterfly
Can you hear my voice, my dear ?
That I am calling out your name every days
Can you hear my voice, my dear ?
That I wanted you back here with me
            Will you remember
            The days we were together
            You told me a story in the faraway land
            You became a prince and I am became a princess
            Can you see now, my dear ?
            I am wearing a gown that you gave to me that days
            Can you see now, my dear ?
            That I am standing in front of the stone with your name engraved there
            Can you see now, my dear ?
            That my tears falling down because of you
Will you remember
About the last days we were being together
You said that you love me and will be my side forever
But, why ? you let me alone like this without you beside me
You wiped my tears and said
“Please, forgive me my dear. I can’t be your side forever.”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Behind The Mirror Chapter 11

Di sebuah taman kota, cahaya lampu kini tengah menyaksikan sebuah pertarungan sengit antara keempat insan pemuda dan pemudi. Seorang diantaranya tengah terluka dan nafasnya kini tinggah satu-satu. Gadis itu menghela nafas sesaat sembari memegangi perutnya. “Hash...hosh....tak kusangka kalian sehebat itu.” Kata gadis bernama Tifa itu terengah-engah. Secara bersamaan earphone yang kini tengah terpasang di telinga Tifa dan Ray berbunyi. Dan kini seseorang tengah berbicara dari seberang sana. “Kalian kembalilah ! sekarang !” Perintah sang tuan. “Baik tuan.” Jawab mereka bersamaan. “Tch ! tampaknya aku tidak bisa menghabisi kalian lebih lanjut.” Kata Ray yang tengah menahan rasa sakit yang tengah mendera dirinya. “Hah !, memangnya kau mau kemana, uhuk !” Sahut Zero dengan berjalan gontai. “Selamat tinggal ! Hahaha !” Katanya sebelum akhirnya menghilang dari padang rumput itu. Sama dengan Ray, Tifa yang tengah berhadapan dengan tiga anggo...

Behind The Mirror Chapter 8

aaa Malam telah larut. Walaupun malam telah larut, namun itu tidak pernah menghentikan aktifitas penduduk Dunia Cermin. Karena merasa lelah Aline dan Karin pun memutuskan untuk pulang kerumah. “Astaga ini sudah  jam 11 rupanya. Aduh bagaimana ini, besok bukannya kita harus kembali ke dunia nyata dan besok kan kita harus sekolah jika terlambat bagaimana ?” Tanya Aline. “Aduh Aline kau ini kenapa sih ?, besok itukan hari minggu, lagian dunia ini dan duniamu hanya selisih 4 jam saja kok. Jika kita disini jam 11 di duniamu baru jam 7. Jadi tenang saja oke.” Jelas Karin. “Baiklah kalau begitu, selamat tidur dan selamat malam.” Kata Aline yang langsung ambruk di atas tempat tidurnya. Disini jam terasa sangat cepat sekali berlalu. Baru saja mereka berdua melewati malam-malam mereka yang indah kini sang surya sudah kembali ke atas langit dan tersenyum cerah. Suara jam weker yang begitu keras sukses membangunkan keduanya dari tidur panjangnya. Aline berusaha untuk mengerjap-n...

Meteorologi dari Berbagai Sudut Pandang

Meteorologi dari Berbagai Sudut Pandang Meteorologi, kira-kira apa yang tergambar dipikiran anda saat  mendengar kata itu. Mungkin kata itu masih terdengar asing bagi sebagian orang. Bahkan dulu sekali saya pernah ditanya oleh orang, "kamu besok mau masuk jurusan apa di ITB?" lantas aku pun menjawab, "Aku mau masuk jurusan Meteorologi." Sejenak, air muka sang penanya mendadak berubah terkejut. Seolah menayakan, alasan mengapa aku mau masuk prodi yang jarang sekali diminati banyak orang. "Meteorologi? Kenapa nggak masuk ke Geologi atau Geodesi? Jarang sekali loh  aku dengar banyak orang yang ngambil Meteorlogi dipilihan pertama jursannya. Emang di Meteorologi mau belajar apa? Meteor?" Mendengar perkataan itu saya hanya tersenyum dan tertawa kecil. Lantas saya pun menjawab, "Alasan saya kenapa saya milih Meteorologi karena saya bukan orang yang mainstream. Jurusan2 itu sudah terlalu mainstream, terlebih lagi diseluruh universitas di Indonesia ke...