Langsung ke konten utama

Postingan

Teruntuk Kawanku

Teruntuk Kawanku Kawan, Apa kabar ? Ku harap, kehadiran ku tak akan membuatmu jenuh Tapi, ku bisa melihat bahwa kau sudah tidak melihat ku seperti dulu kau melihat ku Ada apa dengan tatapan itu ? Sebuah tatapan yang menusuk dan mengusir Apakah kau sudah tidak menginginkan kehadiranku ? Kawan, Ingatkah dirimu, sudah berapa tahun lamanya kita bersama ? Bahkan kesepuluh jari jemari tanganku sudah tidak dapat menghitungnya lagi Sudah berapa lamakah kita bersama Bahkan aku juga tidak ingat bagaimana kita bisa bertemu dan berteman seperti ini Aku juga tidak ingat kapan dan dimana kita bertemu Sampai kau sudah kuanggap seperti keluarga bagiku Tapi, apakah kau menganggapku demikian, kawanku ? Kawan, Sudah kesekian kalinya telinga ini mendengar berita-berita nyeleneh tentang kau dan aku Tapi, aku tak pernah peduli Karena aku tidak mau pertemanan kita rusak karena kabar burung itu Hingga pada suatu ketika Dengan kedua telingaku sendiri aku mendengar mulut dustamu mengi...

TRAGEDI HARI MINGGU

Tragedi Hari Minggu Hai kawan-kawa semuanya, ketemu lagi sama gue wanita paling cantik sedunia dan seakhirat. ~ cieleh~. Ketika banyak orang sibuk bersenang-senang, pergi jalan-jalan, dan bertamasya di hari Minggu entah bersama pacar, temen, sahabat, pembantu, engkong, pakdhe, budhe atau siapalah, gue justru terbaring lemah di atas kasur guling-guling nggak tentu arah sambil meratapi nasib. Yah, karena apa ? gue yang seharusnya hari ini pergi jalan-jalan dan muter-muter kota Kudus cari bahan buat penelitian bareng sama Nayla temen gue, malah terbaring sakit tak berdaya. Semua ini gara-gara penyakit flu sialan yang selalu datang tanpa permisi sama gue. Asem banget emang, di hari libur gini garus terkena penyakit yang namanya flu. Terlebih lagi, ini adalah kesekian kalinya buat gue kena flu dalam kurun waktu 3 bulan terakhir. Beuh…, gue hanya bisa mengelus dada sambil meratapi nasib. Baru sedetik gue merem, tiba-tiba aja hape gue getar dan sukses mengganggu ritual tidur gue d...

LOVE IS "GAJE"

LOVE IS “GAJE” By : Huwaida Najla Alaudina Pagi menjelang siang ini tepat pukul 11.00 merupakan hari tersial dan terkutuk buat gue. Loe tau kenapa ?. Oke akan gue jelaskan, hari ini tepat pukul 11.00 adalah hari dimana gue harus berjuang melawan penyakit yang bernama fisika. Entah kenapa fisika merupakan penyakit yang sangat susah sekali disembuhkan dalam diri gue, dan gue nggak tau penyebabnya apa gue jadi sebegitu bencinya sama fisika. Satu hal lagi, setiap kali gue berusaha berkonsentrasi sama yang namanya fisika nih ya, selalu ada aja godaan dari para syaitan. Seperti yang barusan aja gue alami saat ini yaitu ngantuk. Bisa diulangi lagi NGANTUK. Astaga, sumpah gue sudah gak betah lagi sama pelajaran yang satu ini. Tapi anehnya, gue mulai gak suka sama pelajaran fisika ini nih semenjak si “Pak Kumis” itu ngajar di kelas gue. Sebelumnya sih enggak, ini nih gue kasih tau, semenjak dulu gue tuh ya paling in love banget sama yang namanya fisika. Alhasil nilai gue selalu bagu...

Behind The Mirror Chapter 16

Di dalam rumah itu Karin menyuruh Aline untuk mengganti gaunnya dengan baju milik Karin. Hingga kemudian mereka bertiga tengah berkumpul di ruang keluarga Karin. Disana Kakek Karim memberi tahu Aline jika kini waktunya sudah dekat. Waktu untuk dunia cermin berperang dengan pasukan Medussa. Namun, tampak disana sedikit keraguan di wajah Aline. Ya, bagaimana tidak, ia baru saja disini. Bahkan, ia hanya mendapat pelatihan satu hari saja disana dan satu hari lagi bersama Sirius. Namun, kini segala keraguan-keraguan itu sedikit demi sedikit telah terhapus dari setiap lekukan wajah Aline, setelah Kakek Karim menceritakan tentang perjalanan kakek buyutnya disini. Semua tentang kakek buyutnya diceritakan olehnya. Hingga kakek buyutnya itu harus dihadapkan peperangan dalam waktu seminggu ia berada di dunia cermin. Dan itu berarti, Aline masih beruntung masih bisa diberi kesempatan untuk melatih kekuatannya walau hanya sebentar. “Kurasa kau sudah waktunya aku berikan ini. Karin, tolong amb...