Sesaat setelah makan malam usai, Aline teringat akan janjinya pada Karin kala itu. Setelah berpamitan pada kedua sahabatnya Aline langsung pergi meninggalkan kedua sahabatnya di dalam kamar asrama. Setelah berjalan beberapa menit ia tiba di depan sebuah kamar asrama bernomor 231. Kemudian ia mulai mengangkat sebelah tangannya dan mulai mengetuk pintu kamar tersebut. Sesaat kemudian keluarlah seorang gadis bermata sipit dan tampaknya dia adalah keturunan tiong hoa. “Ada apa kamu datang malam-malam begini ? ada yang bisa saya bantu ?” Tanya gadis berkulit kuning langsat tersebut. “Um.....Karin ada di dalam ?” “Dia baru saja keluar. Ada apa ? kau mau titip apa ke dia ?” “Ah tidak, aku hanya ingin bertemu dengannya saja, kira-kira dia kemana ?” “Tadi dia sih bilang ke aku kalau dia sedang ingin menenagkan pikirannya di atap asrama.” Jelas gadis tiong hoa itu. “Baiklah, terimakasih.” Kata Aline sambil membungkukkan badannya berkali-kali. Kini Aline melangkahkan kedua kakiny...
"Your life is like a plain paper. But, when you started to fill it with the art of pencil then your true journey of life will begin. In order to fulfill your dream, spread your plain paper and write down what you gonna do." =D