Langsung ke konten utama

Postingan

Behind The Mirror Chapter 14

Sesaat setelah makan malam usai, Aline teringat akan janjinya pada Karin kala itu. Setelah berpamitan pada kedua sahabatnya Aline langsung pergi meninggalkan kedua sahabatnya di dalam kamar asrama. Setelah berjalan beberapa menit ia tiba di depan sebuah kamar asrama bernomor 231. Kemudian ia mulai mengangkat sebelah tangannya dan mulai mengetuk pintu kamar tersebut. Sesaat kemudian keluarlah seorang gadis bermata sipit dan tampaknya dia adalah keturunan tiong hoa. “Ada apa kamu datang malam-malam begini ? ada yang bisa saya bantu ?” Tanya gadis berkulit kuning langsat tersebut. “Um.....Karin ada di dalam ?” “Dia baru saja keluar. Ada apa ? kau mau titip apa ke dia ?” “Ah tidak, aku hanya ingin bertemu dengannya saja, kira-kira dia kemana ?” “Tadi dia sih bilang ke aku kalau dia sedang ingin menenagkan pikirannya di atap asrama.” Jelas gadis tiong hoa itu. “Baiklah, terimakasih.” Kata Aline sambil membungkukkan badannya berkali-kali. Kini Aline melangkahkan kedua kakiny...

Behind The Mirror Chapter 13

Sementara Aline sibuk berlatih, kedua sahabat Aline tengah sibuk mencarinya. Dari mulai kelas yang sudah tak berpenghuni, hingga setiap koridor-koridor kelas, dan berakhir di dalam kamar asrama mereka. Mereka berdua berulang kali mencoba untuk menelfon sahabat mereka namun, Aline tetap tidak mengangkat telfonnya sedikit pun. Hingga Ica menemukan sebuah suara mirip dengan nada incoming call telfon seluler milik Aline. “Aduh, Aline kenapa tidak mengangkat teleponnya sih.” Gerutu Lia. “Sst tunggu, aku mendengar sesuatu.” Kata Ica sambil berjalan mengikuti suara yang didengarnya. Hingga pada akhirnya ia menemukan handphone milik Aline tergeletak di atas meja belajar. “Ini kan Hpnya Aline, pantas saja dari tadi kau telpon dia tidak mengangkat. Tapi tidak biasa-biasanya dia seperti ini. Iya kan li ?” “Iya, kau benar, biasanya ia selalu membawa HPnya kemana saja. Ini nih salah satu kebiasaan buruk Aline, pergi gak ngasih kabar, huh.” Kata Lia kesal. “Hm....., coba kita tanya Karin, mungkin di...

PANTUN

Pantun by : Huwaida Najla A Pantun Nasihat Membeli pena di Desa Marimar Dan andonglah yang diraih Marilah kalian belajar Agar prestasi yang diraih Pantun anak-anak Berburu Naga di Negeri Magis Bertemu putri dibawa Si Tohir Hey adik kecil jangan menangis Ayo beli balon di negeri sihir Pantun Agama Beli kambing di rumah abah Kambing besarlah yang dibawa Marilah kita beribadah Agar kita masuk surga Pantun Suka Cita Pergi naik bus ke Cikini Datanglah harimau belang Ayo semua kita kesini Kita akan bersenang-senang Pantun Bebas Pergi ke Kudus dengan saya Bertemu paman   menjadi dalang Mari jaga budaya Indonesia Agar tidak dicuri orang

Cahaya Lilin-Lilin Kecil

Cahaya Lilin-Lilin Kecil By : Huwaida Najla Alaudina Malam itu adalah malam terdingin yang pernah dilalui orang-orang. Terlihat sebuah gubuk reot yang berdiri kokoh di ujung jalan. Terlihat pula secercah cahya dari satu batang lilin kecil yang tengah menerangi salah satu ruangan yang ada di dalamnya. Walau angin bertiup sangat kencang sang lilin tetap bertahan menemani tuannya di meja belajar. Nampak tumpukan buku yang berserakan kesana kemari dan terlihat pula sebuah nama terpatri jelas di atas sampul buku itu berbunyi ‘Rizki Harun Cahaya’. “Harun ceparlah tidur nak ! ini sudah larut malam. Istirahatkanlah pikiranmu jangan terlalu diforsir nanti kau bisa sakit.” Ujar seorang wanita paruh baya. “Iya mak ! ini aku mau tidur !” Balas anak laki-laki itu. Ditutuplah buku-buku itu dan dirapihkannya kembali. Dibaringkan badannya di atas sebuah tempat tidur yang sudah cukup tua. Dibiarkannya sang lilin kecil tetap menyala menerangi tidur malamnya. Deru kokok ayam bersahut-sahutan pertanda har...

Behind The Mirror Chapter 12

Ini adalah hari dimana menjelang hari liburan natal sekaligus liburan tahun baru bagi murid Indonesian International High School. Beberapa murid diantaranya sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Terlebih lagi bagi mereka sekumpulan anak yang bergabung dalam OSIS sebuah organisasi sekolah. Mereka pasti akan sangat sibuk untuk mempersiapkan sebuah pesta maha dahsyat untuk sebuah perpisahan liburan mereka. Dan mungkin beberapa diantaranya hanya mindar-mandir kesana-kemari untuk mencari informasi tentang nilai tes semester mereka. Termasuk diantaranya adalah Aline beserta ketiga temannya ditambah dengan Lisa teman sebangkunya. “Kau sudah dapat tandan tangan guru berapa banyak lis ?” Tanya Ica yang tengah berjalan sembari membawa secarik kertas mata pelajaran yang memiliki beberapa tanda tangan disana. “Em....berapa ya..... 1...2...3...4. Baru 4, mungkin akan nambah lagi kali. Hehehe.” Jelas Lia dengan memberikan senyuman lebarnya. “Hus !. Jangan ngomong kaya gitu !. Memangnya kamu nant...

"Back From Hell"

Hai readers ^^ lama tak jumpa !!! Akhirnya saya (kunoichi 13) berhasil meloloskan diri dari siksaan soal semesteran yang memilukan hati T.T. Dari beberapa mata ujian yang di ujikan hanya beberapa aja yang bisa ane kerjain. Emang si author soalnya pinter banget ya bikin ane kesel !. Selain itu, ane baru kesel nih sama temen ane. Dia itu ya, udah di julukin "Ratu Nyontek", aduh gak kebayang deh gimana aksinya pas di ruangan. Untung, ane ga satu ruangan ma tu orang !. Tapi tetep aje ane sebel, masa lo tau ga sih ? semua yang di contek ma dia itu bener semua cuy !. Wah ampuh bener tu orang !. Aduhhh...kok ane jadi curcol gini ya booook. *Ditimpukin sandal ma readers* Btw, untuk para readers sekalian tolong doain ane ya. Moga aja, nilai rapor ane ga ada yang merah !, mengingat kejadian memilukan di ruang tes ane ! huhuhuhu T.T Oke readers !, terimakasih sudah membaca curhatan ane yang kagak penting itu, yang penting ane udah kembali dari hiatus panjang semesteran yang mem...

White Piano

White Piano BY : Huwaida Najla A Sebuah grand piano putih terletak di sebuah sudut ruangan yang bisa dibilang cukup besar. Terlihat seorang gadis berumur 16 tahun tengah memainkan jari-jemarinya di atas sebuah tuts hitam dan putih grand piano tersebut. Sungguh merdu sekali. Ya, lagu ini adalah sebuah lagu yang memiliki sebuah rangkaian nada yang sangat indah untuk dimainkan bahkan didengar. Lagu Klasik milik Bethoven berhasil dimainkannya dengan sempurna. Tiba-tiba saja terdengarlah suara tepukan tangan dari arah belakang gadis tersebut. “Wow. Itu adalah lagu yang sangat indah Kara. Dan kudengar lagu ini memiliki tingkat kerumitan yang sangat tinggi loh, tapi aku kagum denganmu, kau bisa memainkannya dengan lancar.” Kata seorang gadis yang berusia lebih tua darinya. "Ah Kak Rosa, terimakasih atas pujian yang kakak berikan untukku. Tapi kakak juga memiliki permainan piano yang indah juga kan ?” Balas Kara dari atas tempat duduknya. “Iya, tapi tak sebagus dirimu. Em..., maukah kau ...