Langsung ke konten utama

Betrayal


BETRAYAL
by : Huwaida Najla Alaudina

Glory
Joyfulness
Happiness
All we get at once
But
Bitterness
Sadness
Pain
All we get 4 times more than it

Losing Pride
Fear
Shame
We face to get it
Until we reach the higher star at the higher sky
With a big effort to reach it
Until we didn’t care with ourselves anymore
We let them trample down our dignity
And see their grinning face mocking us
But we didn’t care
And still holding the star with our life

They down
We up
The shining star was ours
The glory was in our hands
Grief and sorrow haunted
When they didn’t respect our effort
And didn’t respect our sacrifice
They didn’t even care
About our sacrifice to get that shining star

They even forgot
They even abandon
Let us sunk deeper into the darkness
Without any light reaching out
Without any warmth wrap our body
They betrayed us
Shattering our faith into pieces

They tried to cover this matter
Buried deep under the ground
Makes sure nobody dig those up
They betrayed us
They betrayed us
Makes the heart broke into pieces
Shattering the faith that we put together
To build
To increase
To create
A new era for their glory







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Meteorologi dari Berbagai Sudut Pandang

Meteorologi dari Berbagai Sudut Pandang Meteorologi, kira-kira apa yang tergambar dipikiran anda saat  mendengar kata itu. Mungkin kata itu masih terdengar asing bagi sebagian orang. Bahkan dulu sekali saya pernah ditanya oleh orang, "kamu besok mau masuk jurusan apa di ITB?" lantas aku pun menjawab, "Aku mau masuk jurusan Meteorologi." Sejenak, air muka sang penanya mendadak berubah terkejut. Seolah menayakan, alasan mengapa aku mau masuk prodi yang jarang sekali diminati banyak orang. "Meteorologi? Kenapa nggak masuk ke Geologi atau Geodesi? Jarang sekali loh  aku dengar banyak orang yang ngambil Meteorlogi dipilihan pertama jursannya. Emang di Meteorologi mau belajar apa? Meteor?" Mendengar perkataan itu saya hanya tersenyum dan tertawa kecil. Lantas saya pun menjawab, "Alasan saya kenapa saya milih Meteorologi karena saya bukan orang yang mainstream. Jurusan2 itu sudah terlalu mainstream, terlebih lagi diseluruh universitas di Indonesia ke...

Winter Spring "Hanabi"

Winter Spring “Hanabi” Wina, Austria, Present Time Waktu terus berputar. Detik berganti menit. Menit berganti Jam. Jam berganti hari dan seterusnya. Hingga aku pun tak menyadari jika aku sudah 5 jam lamanya di dalam studioku. Jika ini semua bukan gara-gara permintaan bosku yang aneh untuk meminta soundtrack tambahan untuk game online kami yang terbaru. Aku pun melonjak kegirangan ketika proses programming musik yang kubuat akhirnya selesai juga. Aku pun segera melepas headset yang terpasang ditelingaku dan meregangkan punggungku. Ketika aku keluar dari ruanganku, aku pun mengerjapkan mata sejenak. Berusaha untuk mengadaptasikan indera penglihatanku dengan cahaya terang ruang tamu rumahku. Aku pun duduk sejenak dan mengambil ipad yang kuletakkan di atas meja. Mencoba untuk mencari file soundtrack musik yang baru saja aku selesaikan setelah sekian jam lamanya aku mendekam di ruang studio pribadiku. Aku pun semakin tersenyum bahagia, ketika aku berhasil mengupload hasil kary...

Rendang - The Delicious Food from Indonesia

RENDANG Hello everybody, I am a new comers in here. And now I would like to introduce myself to you my name is Huwaida Najla Alaudina. I am 16 years old now, and I am a senior high school student grade 11. I live in Indonesia !!!. The beautiful Country with a thousands of island and a thousands of culture. Okay, here I come with a new article about Rendang. Do you know what is Rendang ?. Okay, Rendang is the kind of Indonesian traditional food. And according to the source that I have ever read.  Rendang (Minang language : Rendang) is one of Minangkabau traditional disheh that use meat and coconut milk as a main ingredient containing spicesare rich.  And you know, that Rendang also at the 11 rank of the most delicious food in the world. That is according to CNN world. Wow amazing !!!, I am proud to be the Indonesian =D. Okay, I think I talked to much here. Then, here we go to the history of Rendang. Rendang origin traced from Sumatera, particularly the Minangkabau. Fo...